Sabtu, 21 Mei 2016

ETIKA DAN MANFAAT TIK



ETIKA DAN MANFAAT TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH (PLS)
NAMA                       : Siti Halimah
NIM                            : 1132020139
SMT/Kls                     : VI/D
A.    PENDAHULUAN
Teknologi komunikasi dan informasi (TIK) saat ini memang sudah tak bisa lagi kita pisahkan dari kehidupan manusia modern. Setiap harinya kehidupan kita selalu dipenuhi dengan perangkat-perangkat TIK tersebut. Namun terkait hal itu TIK terikat dengan etika didalamnya. Berlatarbelakang hal tersebutlah maka akhirnya muncul sebuah gagasan dari kalangan yang peduli terhadap kegiatan pembelajaran yang berlangsung bagi peserta didik pendidikan luar sekolah (PLS) untuk mencanangkan sebuah kegiatan pembelajaran berbasis TIK.
Pembelajaran berbasis TIK adalah upaya memanfaatkan kemajuan TIK untuk mendukung proses pembelajaran. Media adalah sebuah perangkat atau alat. Sedangkan pembelajaran adalah sebagai sebuah kegiatan penyampaian informasi terkait ilmu pengetahuan dari tenaga pendidik kepada peserta didik yang dimilikinya. Dengan demikian Media pembelajaran berbasis TIK adalah sebuah alat atau perangkat yang diperlukan dalam proses kegiatan penyampaian informasi berupa ilmu pengetahuan dari seorang tenaga pendidik kepada para peserta didik yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

B.     PEMBAHASAN
1.      Pengertian Etika dalam TIK
Etika (ethic) bermakna sekumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, tata cara (adat, sopan santun) nilai mengenai benar dan salah tentang hak dan kewajiban yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat. Sedangkan TIK dalam konteks yang lebih luas, merangkumi semua aspek yang berhubungan dengan mesin (komputer dan telekomunikasi) dan teknik yang digunakan untuk menangkap (mengumul), menyimpan, memanipulasi, menghantar, dan menampilkan suatu bentuk informasi. Komputer yang mengendalikan semua bentuk idea dan informasi memainkan peranan yang penting dalam pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan dan penyebaran informasi suara, gambar, teks, dan angka yang berasaskan mikroelektrnik. Teknologi informasi bermakna menggabungkan bidang teknlogi seperti pengkomputeran, telekomunikasi, dan elektronik dan bidang informasi seperti data fakta dan proses.
Jadi etika TIK adalah sekumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, tata cara (adat, sopan santun) nilai mengenai benar dan salah, hak dan kewajiban tentang TIK yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat dalam pendidikan.
TIK tidak terlepas dari berbagai keterbatasan, oleh karena itu dalam penggunaan tekologi informasi terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya adalah:
1.      Kesadaran dalam mengetahui kemampuan dan keterbatasan teknologi informasi dan komunikasi.
2.      Teknologi informasi dan komunikasi agar digunakan secara betul, beretika dan untuk perlindungan terhadap data dan informasi.
.  
2.      Hakikat Teknologi Informasi
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data, data dikemas dan diolah sedemikian rupa hingga menjadi sebuah informasi. Data pendukung informasi dapat berupa angka, karakter, simbol, gambar, tulisan, suara, bunyi dan presentasi keadaan yang sebenarnya. Syarat data yang digunakan dalam sebuah informasi adalah akurat dan dapat dibuktikan. Teknologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi bersifat praktis dan mempermudah. Jadi dapat disimpulkan teknologi informasi adalah sarana (perangkat keras) yang digunakan untuk mengolah data, memproses data tersebut untuk menjadi sebuah informasi yang baik.
Sedangkan Wawan Wardiana (2000) mengemukakan bahwa teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, memanipulasi data berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas.

3.      Hakikat komunikasi
Komunikasi seperti dalam Kamus Bahasa Indonesia diartikan sebagai pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami, jika arti komunikasi dikaitkan dengan teknologi maka penekanan kata teknologi komunikasi lebih tertuju kepada kata “media”. Sehingga teknologi komunikasi didefinisikan sebagai alat (media) yang digunakan untuk melakukan penyampaian informasi kepada orang lain dengan efektif dan efisien.
Dari definisi teknologi informasi dan teknologi komunikasi pada bagian atas, kita dapat menyatakan bahwa kedua definisi tersebut memiliki keterkaitan antara keduanya

4.      Pengertian Pendidikan Luar Sekolah (PLS)
Pendidikan Luar Sekolah ( PLS ) merupakan jenis pendidikan yang tidak selalu terkait dengan jenjang dan struktur persekolahan, namun dapat berkesinambungan. Pendidikan Luar Sekolah menyediakan program pendidikan yang memungkinkan terjadinya perkembangan peserta didik dalam bidang sosial, keagamaan, budaya, keterampilan dan keahlian.
Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 73 Tahun 1991, tentang Pendidikan Luar Sekolah Bab I Pasal I dinyatakan bahwa pendidikan luar sekolah adalah pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah baik dilembagakan maupun tidak. Selanjutnya dalam Bab II Pasal 2 dinyatakan bahwa pendidikan luar sekolah bertujuan :
  1. Melayani warga belajar supaya dapat tumbuh dan berkembang sedini mungkin dan sepanjang hayatnya guna meningkatkan martabat dan mutu kehidupannya ;
  2. Membawa warga belajar agar memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri, bekerja mencari nafkah atau melanjutkan ke tingkat dan/atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi ;
  3. Memenuhi kebutuhan belajar masyarakat yang tidak dapat dipenuhi dalam jalur pendidikan sekolah.
Melalui Pendidikan Luar Sekolah ( PLS) setiap warga negara dapat memperluas wawasan pemikiran dan peningkatan kualitas pribadi dengan menerapkan landasan belajar seumur hidup. Selanjutnya Pendidikan Luar Sekolah (PLS) mencakup :
a)      Pendidikan keterampilan
b)      Pendidikan perluasan wawasan
c)      Pendidikan keluarga
Pendidikan Luar Sekolah (PLS) menggunakan pembelajaran bermakna, artinya lebih berorientasi dengan pasar, dan hasil pembelajaran dapat dirasakan langsung manfaatnya, baik oleh masyarakat maupun peserta didik itu sendiri.
Berdasarkan fakta di lapangan maka media pembelajaran yang dibutuhkan bagi masyarakat tersebut merupakan media komputer dan media berbasis internet. Model pembelajaran internet dibutuhkan pada model pembelajaran di daerah pedesaan. Karena model pembelajaran media internet mudah dikemas dalam proses pembelajaran, menarik, dan mudah dipahami oleh peserta didik karena masyarakat akan lebih mudah memahami jika contoh pembelajaran secara langsung atau dengan penggambaran secara nyata. Misalnya dalam suatu pelatihan pembuatan kerajinan tas, bros, dan hiasan kita dapat mencari melalui media internet sehingga bermacam-macam bentuk atau model dapat kita lihat melalui berbagai macam. Dalam proses pengajarannya dikemas dengan model media internet, cara pembuatannya kita menunjukkan tahap-tahapannya dan menayangkan video-videonya. Namun hendaknya cara pembelajarannya dicontohkan secara langsung dengan bersama-sama sehingga peserta didik dapat dengan mudah menangkap pelajaran yang di berikan oleh narasumber teknis. Media internet dapat dimanfaatkan peserta didik dalam proses pengembangan keterampilan dan usahanya, karena perkembangan zaman modern ini masih banyak masyarakat yang belum bisa memanfaatkan media internet.
Selain itu, media TV/video sebagai sarana pendidian luar sekolah mampu merebut 94% saluran masuknya pesan atau informasi kedalam jiwa manusia melalui mata dan telinga serta mampu untuk membuat orang pada umumnya mengingat 50% dari apa yang mereka lihat dan dengar dari tayangan program. Pesan yang disampaikan melalui media video dapat mempengaruhi emosi yang kuat dan juga dapat mencapai hasil cepat yang tidak dimiliki oleh media lain.
5.      Masalah-Masalah yang Terjadi di Lapangan
Menurut Yusufhadi (1984) pelaksanaan pembangunan masyarakat terutama yang berkaitan dengan masalah pendidikan masyarakat pedesaan, dalam era pembangunan dewasa ini perlu mendapat perhatian, karena dalam kenyataannya masih banyak terdapat anggota masyarakat yang tingkat pendidikannya relative masih rendah, terutama di daerah pedesaan. Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, kalu kita simak banyak sekali faktor penyebannya, antara lain yang paling mendasar dari kerendahan pendidikan tersebut, adalah  disebabkan karena faktor kesadaran akan pentingnya pendidikan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk anggota keluargannya serta kondisi lingkungan mereka.
6.      Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Pendidikan Luar Sekolah
Menurut penelusuran UNESCO (2013), ada lima manfaat yang dapat diraih melalui penerapan TIK dalam sistem pendidikan:
1)      mempermudah dan memperluas akses terhadap pendidikan
2)      meningkatkan kesetaraan pendidikan (equity in education)
3)      meningkatkan mutu pembelajaran (the delivery of quality learning and teaching)
4)      meningkatkan profesionalisme guru (teachers’ professional development)
5)      meningkatkan efektifitas dan efisiensi manajemen, tata kelola, dan administrasi pendidikan.

C.    KESIMPULAN
Etika TIK adalah sekumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, tata cara (adat, sopan santun) nilai mengenai benar dan salah, hak dan kewajiban tentang TIK yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat dalam pendidikan. Pendidikan Luar Sekolah ( PLS ) merupakan jenis pendidikan yang tidak selalu terkait dengan jenjang dan struktur persekolahan, namun dapat berkesinambungan.
 Pendidikan Luar Sekolah menyediakan program pendidikan yang memungkinkan terjadinya perkembangan peserta didik dalam bidang sosial, keagamaan, budaya, keterampilan dan keahlian. Berdasarkan fakta di lapangan maka media pembelajaran yang dibutuhkan bagi masyarakat tersebut merupakan media komputer dan media berbasis internet. Sementara manfaat TIK bagi pendidikan luar sekolah adalah mempermudah dan memperluas akses terhadap pendidikan.
D.    DAFTAR PUSTAKA
Miarso, Yusufhadi, dkk. 1984. Teknologi Komunikasi Pendidikan. Jakarta: CV. Rajawali.